Cara CIA Baca Pesan WhatsApp Menurut Bocoran ‘Vault 7’

Kategori: RumorTag: , Penulis:

Menurut laporan CBS News, CIA dilengkapi segudang alat yang memberikan akses penuh ke smartphone, komputer dan televisi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Apa yang WikiLeaks publikasikan?

WikiLeaks adalah organisasi yang membocorkan data-data rahasia pemerintah dan telah merilis lebih dari 8.700 dokumen dan file – berkode “Vault 7” – yang merupakan arsip CIA. Dalam arsip tersebut dijelaskan cara-cara CIA meng-hack berbagai jenis perangkat.

Mengapa hal tersebut menjadi penting?

Jika informasi bocoran WikiLeaks akurat dan benar, maka CIA memiliki alat yang bisa meng-hack smartphone, smart TV, komputer, router dan semua perangkat yang terhubung ke internet. Hampir semua orang didunia memiliki perangkat tersebut termasuk Anda.

Bahayanya, alat CIA tersebut mampu membaca pesan yang terenkripsi dari aplikasi seperti WhatsApp, Signal dan Telegram.

Perangkat yang di hack CIA adalah;

  1. Ponsel Android
  2. iPhone
  3. Smart TV, misal Samsung TV
  4. Router
  5. Komputer Windows dan Linux
  6. Komputer Mac

Bukankah pesan di WhatsApp, Signal, Telegram dan sejenisnya di enkripsi?

Memang benar bahwa aplikasi-aplikasi tersebut pesannya ter-enkripsi, tetapi semua enkripsi jadi percuma jika CIA meng-hack ponsel Anda.

Meng-hack ponsel sama artinya membobol keamanan OS nya, bisa Android, iOS, dan lain-lain. Faktanya, OS dapat merekam semua yang ada di layar sebelum di enkripsi, seperti ketikan pesan. Dengan begitu, maka CIA bisa melihat semua aktifitas yang ada didalam perangkat, tidak perduli data telah di enkripsi atau tidak.

Bagaimana cara CIA melakukan hack?

Berbagai cara digunakan seperti menggunakan malware, virus, trojan dan eksploitasi celah kemanan yang belum disadari produsen perangkat.

Apa itu “Weeping Angel”?

Itu adalah cara CIA melakukan hack ke Samsung Smart TV, membuat TV seolah-olah mati namun faktanya TV tetap hidup, kemudian CIA menggunakan mikrofon TV untuk memata-matai seisi rumah.

Perbedaan CIA dan NSA

NSA ‘mencuri’ informasi langsung ke server, sedangkan CIA ‘mencuri’ informasi lewat perangkat yang digunakan oleh setiap orang.

Apakah masih terjadi sampai saat ini?

Mungkin tidak, sebab bocoran dokumen berisikan data CIA dari tahun 2013 – 2016. Tidak ada kejelasan apakah masih terjadi sampai sekarang.

Semua produsen seperti Google, Apple, Samsung dan Motorola masih enggan untuk berkomentar mengenai pemberitaan ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*